PRESTASI HARUS LAHIR BY DESIGN BUKAN BY ACCIDENT

BALIKPAPAN-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga tengah membangun program pembinaan olahraga yang konsisten dari usia dini hingga tingkat senior yang akan mengacu pada Grand Design Olahraga Nasional (GDON) yang disusun guna meningkatkan prestasi olahraga nasional mulai 2021 hingga 2045.
Salah satunya dengan menggelar Workshop Pelatihan Iptek Cabang Olahraga Popnas XVI yang diikuti oleh pelatih-pelatih cabor event dua tahunan tersebut.
"Workshop ini merupakan yang kedua kalinya kita gelar tahun ini, setelah yang pertama dilaksanakan di Samarinda awal maret lalu, hal ini merupakan upaya kami agar pembinaan olahraga di usia dini dilakukan secara tepat dan benar,"ujar Kadispora Kaltim Agus Tianur saat menutup kegiatan workshop yang di gelar selama 3 hari  sejak Selasa (23/3/2021) hingga Kamis (25/3/2021) di Kota Beriman Balikpapan tersebut.
"Dengan program yang berkesinambungan ini, kita berharap Kemenpora percaya pada Kaltim untuk melaksanakan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga,"jelasnya.
Dengan GDON jelasnya, semua stakeholder memiliki peran dan tanggungjawab yang sama, terlebih di tingkat pelajar, sehingga peta kekuatan olahraga nasional sekarang bukan lagi hanya dilihat dari Pekan Olahraga Nasional (PON) tapi dilihat dari konsistensi pembinaan prestasi sejak usia dini termasuk.
"Acuan utama prestasi adalah grand design nasional yang terstruktur dan konsisten termasuk pembinaan dari klub klub dan sekolah sekolah olahraga. Mudah-mudahan nanti di GDON, kebijakannya bisa kita diskusikan dan ketahui bersama sehingga dalam pembinaan olahraga mengacu kesana agar pembinaan tidak sia sia, salah arah dan membuang biaya yang besar,"lanjutnya.
Kaltim saat ini masuk dalam program peningkatan olahraga nasional bersama 7 provinsi lain salah satunya olahraga layar yang pembinaannya konsisten dan berkesinambungan. Pemerintah pusat tidak lagi melakukan pembinaan yang terkonsentrasi di Jakarta, namun sudah disebar ke daerah-daerah, termasuk Kalimantan Timur salah satunya, dimana yang sedang diuji sebanyaklima cabor.
"Saya berharap diantara pelatih didepan saya inj ada yang ditunjuk dan dipercaya untuk menjadi pelatih dalam program pembinaan olahraga nasional. Kami akan terus meminta laporan dari saudara tentang perkembangan atlet-atlet yang akan kita bawa di ajang Popnas,"jelas pria yang selalu memantau dengan hadir langsung proses pelatihan gina memastikan keseriusan para peserta.
Harus ada korelasi prestasi yang diraih di POPNAS dan PON, jangan sampai di PON bisa lima besar namun di POPNAS diluar 10 besar atau sebaliknya, hal ini akan jadi tanda tanya besar akan sistem pembinaan yang dilakukan, jadi prestasi harus by design, bukan by accident.
Salah satu narasumber, Dikdik Zafar Sidik dari Universitas Pendidikan indonesia (UPI) Bandung menyampaikan bahwa dia bersama tim siap menerima dan konsultasi dari para peserta sebagai bentuk tanggung jawab bersama agar program yang dibuat sesuai dengan harapan.
Acara ditutp dengan lenyerahan sertifikat pelatiha  oleh Kadispora dan Didik Zafar kepada perwakilan peserta.
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Masturi Akbar T, Kasi Pembibitan, Iptek dan Tenaga Keolahragaan Rizkani Muflih serta Kasubbag Umum Heni Setiawati. (rdi/ppiddisporakaltim)