YUDHO DAN ARINA WAKILI KALTIM PASKIBRAKA TINGKAT NASIONAL

Setelah melewati proses seleksi meliputi parade, samapta, baris-berbaris, psikotest, wawancara, kesenian daerah, pengetahuan umum dan kemampuan berbahasa Inggris, Yudho Krisnahadi asal Balikpapan dan Arina Qanita asal Paser terpilih sebagai wakil Kaltim untuk menjadi Calon Paskibraka (capas) di Istana Negara begabung dengan 66 pelajar lainnya dari 33 Provinsi.

Berdasarkan penilaian tim penguji yang berasal dari Korem 091/ Aji Suryanata, Polres Kota Samarinda, Dinas Pariwisata Pemprov Kaltim, Balai Bahasa Umum, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Provinsi Kaltim, RSUD A.W. Syahranie, dan untuk psikologi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kaltim, Yudho dan Qanita mencapai nilai tertinggi dibanding 38 peserta lainnya.

"Saya sampaikan selamat kepada Yudho dan Arina, ingatlah bahwa tugas kalian akan berlanjut untuk membawa nama Kaltim di Nasional, jangan puas pada prestasi saat ini karena sebuah amanah dan tanggung jawab yang sangat besar sudah menanti anda,"pesan Kadispora Kaltim, Syirajudin saat penutupan seleksi Paskibrakan tingkat Provinsi Kaltim di Aula Dispora kompleks Stadion Madya Sempaja, Kamis (25/4).

Kepada 38 peserta seleksi lainnya, Syirajudin meminta untuk tak berkecil hati, karena mereka pun mendapat amanah dan tugas yang juga tak kalah berat, yakni mengibarkan Bendera Merah Putih di tingkat Provinsi Kaltim.

"Bagi kalian yang belum berhasil ke tingkat nasional, janganlah berkecil hati, karena kalian akan menjadi paskibraka di tingkat provinsi Kaltim, dan tentu kebanggaan untuk kalian karena akan menjadi sejarah tersendiri menjadi anggota Paskibraka pertama di era Gubernur Kaltim Isran Noor,"kata Syirajuddin.

Khusus kepada Yudho dan Arina meminta untuk terus berlatih di Kabupaten/Kota masing-masing hingga nanti bergabung di pusat dengan peserta lainnya.

"Pesan saya teruslah berlatih di Kabupaten/Kota tempat kalian tinggal, hingga nanti masuk ke karantinta Desa Bahagia di Jakarta. Jaga nama baik Kaltim, perkenalkan wisata Kaltim dan kebaikan masyarakat Kaltim semasa di karantina, dan yang terpenting jagalah kesehatan kalian,"pesannya.

Yudho merupakan putra kelahiran Balikpapan 1 mei 2003 lalu, putra pertama dari Henny Handrrayati ini tercatat sebagai pelajar kelas 10 Ipa 3 SMA Negeri 4 Balikpapan.

Sementara Arina lahir di Tanah Grogot, 21 agustus 2003, putri ke 4 dari Muhammad Iddil Ummas dan tercatat sebagai pelajar kelas X SMA Negeri 1 Tanah Grogot Kabupaten Paser. (rdi)