TIM DISPORA KALTIM MULAI LAKUKAN FACT FINDING PEMUDA HEBAT

SAMARINDA-Setelah beberapa waktu lalu melakukan tinjauan lapangan (fact finding) terhadap pemuda pelopor, tim kembali melakukan hal serupa untuk Pemuda Hebat 2020 di sejumlah Kabupaten dan Kota di Kaltim.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim,H M Agus Hari Kesuma menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya  Dispora mendapat pemuda hebat yang berkualitas dan berbakat serta memiliki talenta serta prestasi yang luar biasa.

"Pemuda berprestasi harus didukung oleh semua pihak, khususnya pemerintah untuk menjadi contoh bagi pemuda lainnya,"ujar Agus.

Fact finding diawali di Kabupaten Paser dengan dipimpin langsung oleh Kabid Pengembangan Pemuda, Hardiana Muriyani, didampingi Kasi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan, Nunung Suriyani, serta staf Enok Sahada.

Pemuda prestasi Kabupaten Paser, Fahruroji Yasin salah satu pengembang aplikasi digital berupa video game yg telah di launching di Korea, Amerika Serikat, Cina serta mewakili Indonesia pameran di Jerman karena karyanya termasuk sebagai 10  pengembang game terbaik di tanah air.

Adapun video game yang mendapat penghargaan internasional yaitu "Pulang Insanity" yg mengangkat cerita tentang pesugihan, dengan latar belakang keraton di Tana Paser.

Dikatakan Hardiana, bahwa pemuda berbakat seperti Fahruroji harus didorong untuk memaksimalkan keilmuanya bagi masyarakat.

*Sekretaris lakukan Fact Finding di Bontang

Sementara itu, di Kota Bontang, tim dipmpin oleh Sekretaris Dispora, Aswanda dengqn didampingi Muhammad Said dan Ruthsye Olviana Maria Akay  diterima langsung Kabid Pemuda Dispopar Bontang, Arianto bersama, Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Ismid Rijani.

Dikatakan Aswanda, kedatangan tim sebagai langkah melihat langsung calon pemuda hebat yang diajukan Kota Bontang.

Bertempat di Ruang pertemuan Kantor Disporapar Bontang, Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan, dua calon pemuda hebat yakni Ahlul Duwi Saputra dan Eka Putri Jenitasari mempresentasikan  karyanya.

Ahlul Dwi Saputra mengangkat karya berupa pemanfaatan ampas teh yang dijadikan masker sebagai pelindung bencana kebocoran gas amonia di lingkungan industri kimia, dimana hal ini didasari atas keluhan sejumlah masyarakat yang sering mencium bau amonia yang cukup mengganggu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Eka menyampaikan sebuah karya berjudul Lilin Ekstrak Melati pengusir Python Reticulatus, dimana hal ini didasari bahwa Bontang sebagai salah satu daerah yang memiliki hutan tropis dengan rumput-rumput tebal, sehingga sejumlah wilayah sering didatangi ular tersebut.

Aswanda menyampaikan apresiasinya atas kedua karya pemuda Kota Taman tersebut, sembari mengajak Dispopar Bontang untuk ikut bersama-sama mendukung agar pemuda ke depan terus berkarya bagi kemajuan bangsanya dan Kota Bontang khususnya. (rdi)