SUSUN ROAD MAP PENINGKATAN PRESTASI OLAHRAGA, KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS TEMU PAPARAN DENGAN DISPORA DAN DISDIKBUD

SAMARINDA-Pada tahun 2018 lalu, Kementerian PPN/Bappenas telah melakukan kajian Background Study sebagai masukan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Bidang Olahraga, yang menghasilkan rancangan arah kebijakan dan strategi pembangunan bidang olahraga tahun 2020-2024.

Hal tersebut yang menjadi latar belakang Kementerian PPN/Bappenas melakukan yang akan menggelar Focus Group Discussion Pembinaan Olahraga di Satuan Pendidikan serta Pengelolaan Prasarana dan Sarana Olahraga di Provinsi Kalimantan Timur yang akan dilaksanakan di Balikpapan pada hari Rabu (4/9).

Sebelumnya, Kementerian PPN/Bappenas melakukan temu paparan untuk mengetahui capaian, permasalahan, tantangan, dan kendala serta strategi pembinaan (latihan dan kompetisi) olahraga di SKO Internasional Kalimantan Timur bersama Dispora dan Disdikbud Kaltim yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Dispora Kaltim, Selasa (3/9).

"Untuk SKOI, sejak awal berdirinya telah berkomitmen untuk menghasilkan atlet-atlet yang berpotensi yang akan menjadi atlet andalan baik bagi Kaltim maupun Indonesia. Terakhir di Asean Games 2018 lalu, atlet binaan SKOI atas nama Iqbal Chandra di cabor Pencak silat menyumbangkan medali emas untuk merah putih,"jelas Kadispora, Syirajudin.

Terkait venue, dirinya mengatakan bahwa adanya pandangan bahwa venue stadion utama ditelantarkan adalah tidak benar, karena semua venue sehari-harinya disamping digunakan masyarakat juga dimanfaatkan sepenuhnya oleh Atlet SKOI untuk latihan sebagaimana tujuan awal berdirinya SKOI tahun 2009 lalu.

Sementara itu, Kasubdit Pora Bappenas, Mahendra Arfan Azhar, menyampaikan latar belakang lainnya dari digelarnya FGD ini adalah terdapat sebanyak 8 Janji Presiden bidang olahraga tahun 2020-2024, yang di antaranya fokus pada penataan sistem pembinaan olahraga prestasi yang terintegrasi dengan sistem pendidikan dalam rangka pembibitan atlet serta peningkatan prestasi di beberapa cabor seperti sepak bola, bulutangkis, basket, atletik, dan lainnya.

"Untuk itu Bappenas dalam rangka mengoperasionalkan kebijakan RT RPJMN 2024 dan pengembangan kebijakan bidang olahraga ke depan, maka perlu disusun dokumen Peta Jalan (Road Map) Peningkatan Prestasi Olahraga Indonesia, dan Kaltim dipilih karena berdasarkan persentase penduduk Indonesia berumur 10 tahun ke atas sebesar 39.50 dan berada diatas presentasi Indonesia secara keseluruhan yang hanya 31.39 persen,"jelasnya.

Adapun fokus cakupan strategi adalah penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade didukung penerapan sport science, statistik keolahragaan dan sistem remunerasi dan penghargaan.

Hadir pada pertemuan tersebut diantaranya Kabid Pemberdayaan Pemuda, Agus Tianur yang pernah menjabat sebagai Kepala UPTD SKOI, Kabid Pembudayaan Olahraga, Sirajudin, kemudian dari Disdikbud, Kasi Kurikulum dan Penilaian SMK, Krisantus Suhariyatno, Kepala Sekolah SKOI Kaltim, Suprayogi, serta tim dari Kementerian PPN/Bappenas. (rdi)   

Baca Juga :