Umum

SKPD Pemprov Bersih-bersih di simpang 4 sempaja

Dispora Management | Jumat, 22 April 2016 - 09:54:47 WIB | dibaca: 832 pembaca

Asisten kesra Setda Prov Kaltim, H Bere Ali, memimpin langsung kerja Bakti SKPD Pemprov kaltim yang berlangsung di Simpang 4 Sempaja.

*Dipimpin langsung Asisten Kesra Pemprov

SAMARINDA – Banjir seperti menjadi pemandangan yang akarab bagi warga Ibukota Kalimantan Timur, Samarinda. Salah satu titik banjir yang cukup parah adalah di simpang empat sempaja, kelurahan sempaja selatan, kecamatan Samarinda Utara.

Jumat(22/4), Asisten Kesejahteraan rakyat Setda Provinsi kaltim, Bere Ali, didampingi Kepala Dispora Kaltim, Fachruddin Dajprie, serta Kepala Dinas Kesehatan Pemprov kaltim, dr. Rini Retno Sukesi, memimpin 500 orang yang berasal dari Pegawai Dispora Kaltim, Dinkes Kaltim, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, serta atlet-atlet SKOI kaltim.

“Kerja bakti yang dilakukan hari ini, adalah sebagai wujud kepedulian Pemerintah Provinsi atas masalah yang sering menghantui Kota Samarinda yakni Banjir. Penanggulangan Banjir bisa dilakukan bila saluran air atau drainase bersih dari endapan pasir atau sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,”kata Bere Ali.

Lebih lanjut Bere Ali juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Pemprov Kaltim dilakukan setiap minggu ke III setiap bulannya. Semua SKPD akan turun ke lapangan dan tersebar ke seluruh wilayah di Kota Samarinda, khususnya yang menjadi titik-titik Banjir, seperti simpang 4 lembuswana, dan simpang empat Antasari. . Selain SKPD Parovinsi dirinya juga  berharap SKPD Kota Samarinda, Kelurahan dan Kecamatan setempat juga dapat turun bersama-sama, sehingga terjalin kerjasama yang baik dalam membangun Kota Samarinda.

”Kita ini hidup dan bertempat tinggal di Kota Samarinda, kalau kota ini bersih  kan kita juga yang menikmatinya. Harapan saya jangan ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, seperti itu kantongan dan botol plastik yang susah terurai bertumpuk dan akhirnya menyebabkan penyumbatan, ditambah pasir yang terbawa air, akhirnya drainase air tersumbat,”katanya sembari menunjuk drainase yang mengalami penyumbatan akibat pasir dan plastic yang menumpuk.

Bere Ali pun berpesan bahwa  sudah menjadi tugas kita menjaga, membersihkan dan mencegah banjir, sehingga kita dapat mewujudkan Samarinda bebas banjir bersama. (rdi)