SELEKSI PESERTA JAMBORE PEMUDA DAERAH WAJIB PERHATIKAN PROTOKOL KESEHATAN

SAMARINDA- Seleksi Jambore Pemuda Daerah (JPD) tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang awalnya dijadwalkan pada 29 Maret hingga 2 April 2020 dimana Kabupaten Kutai Kartanegara tertunda akibat pandemi wabah Covid-19.

Tertundanya kegiatan tersebut, guna mengantisipasi penyebaran virus corona, mengingat kegitan JPD diikuti perwakilan dari 10 kabupaten dan Kota se Kaltim dan sangat memungkinkan terjadinya kontak antar peserta sehingga physical distancing atau jaga jarak sulit diterapkan.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur akan melaksanakan seleksi dengan metode langsung datang ke Kabupaten dan Kota bersama tim seleksi secara terjadwal.

"Ada 9 kabupaten dan kota yang akan dikunjungi dalam tujuan seleksi, dan seleksi akan dilaksanakan secara bertahap dari akhir Juli sampai hingga September 2020,"lapor Bahri, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim dalam Rapat Persiapan JPD beberapa waktu lalu yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin.

Dijelaskannya, bahwa rencana untuk waktu seleksi di setiap kabupaten dan kota antara 2 hingga 4 hari disesuaikan dengan lokasi pelaksanaan yang dituju.

Menanggapi hal tersebut, Syirajudin pun meminta Bidang Pemberdayaan Pemuda untuk mengupayakan rapid tes bagi peserta yang akan mengikuti tes seleksi.

"Tes kali ini memang berbeda, sehingga protokol kesehatan menjadi hal utama yang wajib menjadi pedoman dalam melakukan setiap tahapan seleksi, peserta harus jelas bahwa mereka sehat dan tidak sedang dalam keadaan terpapar virus Covid 19, ini harus diupayakan adanya hasil rapid tes yang dibawa setiap peserta,"tegasnya.

Untuk itu dirinya meminta agar panitia dapat lebih awal ke kabupaten dan kota untuk mempersiapkan tempat dan hal oenunjang lainnya, sehingga saat tim juri datang pelaksanaan seleksi sudah siap dilakukan.

Beberapa hal lain yang menjadi bahasan antara lain yakni perwakilan dari Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kaltim untuk dapat menyiapkan bahan seleksi tertulis maupun interview.

Sementara untuk tim kesehatan mengaku siap membawa peralatan kesehatan yang dibutuhkan untuk mengecek kesehatan peserta JPD.
"Kami mengusulkan agar setiap peserta membawa surat hasil tes rapid yang menyatakan negative atau reaktif. Guna memastikan bahwa mereka bukan orang tanpa gejala (OTG),"usul I Bagus Gede dari RSUD AW Syahranie.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap peserta akan bersaing menunjukkan kemampuan dan kelebihan yang dimiliki dengan melewati sejumlah tes, diantaranya tes tertulis, tes wawancara, tes kesehatan, serta kemampuan seni budaya.

Turut hadir dalam Rapat yang berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu Lantai II Kantor Dispora Kaltim tersebut Skeretaris Dispora Kaltim Aswanda, seluruh Kepala Seksi di Bidang Pemberdayaan Pemuda, Aridah dari Balai bahasa Unmul dan Ubadin dari dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kaltim serta perwakilan PPMI Kaltim. (rdi)