SELEKSI JPI SISTEM JEMPUT BOLA DAN TERIMA UMPAN

SAMARINDA-Setelah Kabupaten Kutai Barat dan Mahulu yang mengikuti seleksi Jambore Pemuda Indonesia (JPI) di kantor Dispora Kaltim, Rabu (19/8/2020) giliran Duta Pemuda Kota Samarinda yang mengikuti proses seleksi.
Sebanyak 5 (lima) Pemuda terbaik Kota Tepian dengan didampingi 1 Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) mengikuti tahapan seleksi selama 1 (satu) hari penuh di ruang Aula Kantor Dispora Kaltim, Stadion Madya Sempaja.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, H Muhammad Syirajudin kembali menegaskan bahwa seleksi ini sebagai langkah antisipasi apabila JPI tetap dilaksanakan di akhir Oktober atau awal November 2020, dan Kaltim sudah sangat siap mengikuti jambore yang diikuti seluruh perwakilan provinsi tersebut.
"Hingga saat ini, belum ada satupun surat resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga khususnya Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda terkait penundaan atau pembatalan JPI. Tidak seperti Popwil yang kebetulan Kaltim menjadi tuan rumah wilayah IV, Kemenpora sudah mengambil keputusan meniadakan Popwil. Jadi saya tidak mau ambil resiko Kaltim tidak siap di JPI,"tegasnya.
Untuk pelaksanaan seleksi wakil Kaltim, peria yang akrab disapa Iyat ini mengatakan pihaknya menggunakan 2 (dua) sistem, yakni jemput bola atau terima umpan.
"Kami menyemput bola dengan menyeleksi calon peserta JPI ke Kabupaten dan Kota di Kaltim, hal ini dilalukan apabila Kabupaten atau Kota tidak memiliki anggaran untuk pengiriman peserta ke Provinsi karena adanya rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Namun ada 3 daerah yang memilih sistem ke dua yakni menerima umpan atau karena mereka memiliki anggaran untuk pengiriman peserta, maka seleksi dilakukan Dispora Kaltim. Ketiga daerah itu, yakni Samarinda, Kutai Barat dan Mahulu,"jelasnya.
Sehingga tambahnya, dengan adanya seleksi maka pemuda yang dihasilkan adalah mereka yang terbaik dan tepat menjadi wakil Benua Etam dalam ajang tahunan tersebut.
Adapaun jenis seleksi sebagaimana peserta-peserta sebelumnya terdiri dari tes seni budaya, tes bidang bahasa inggris, tes bidang pengetahuan umum atau  psikotes dan tes kesehatan.
Sementara tim seleksi berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kaltim, Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmul, IAIN Samarinda, dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda.
Tampak hadir pada acara pembukaan seleksi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda Erham Yusuf, seluruh pejabat Adminitrator Dispora Kaltim, serta tim seleksi. (rdi)