RAKER PEMBUDAYAAN OLAHRAGA SEPAKATI PEMBENTUKAN DUTA HINGGA POTRAD

BALIKPAPAN- Raker Pembudayaan Olahraga yang berlangsung di Kota Balikpapan membuahkan 16 kesepakatan diantaranya pembentuka  Duta Olahraga Provinsi Kaltim tahun 2023 yang bertugas menyosialisasikan olahraga yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 dan Perpres Nomor 86 Tahun 2021 Tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
"Duta ini nanti kita ambil dari atlet yang berprestasi. Sehingga kita harap DBON dapat mudah tercapai dan dipahami di kalangan masyarakat olahraga di Kaltim," ujar Kabid Pembudayaan Olahraga, Achmad Nasir ketika menutup kegiatan Raker tersebut mewakili Kadispora Kaltm, Agus Tianur.
Kegiatan yang mengangkat tema "Sinergi Mendukung Pencapaian DBON" itu juga disepakati untuk mendorong pembuatan MoU dengan SLTA dan SLTP sederajat  untuk melaksanakan olahraga selama 30 menit dengan frekwensi minimal 3 kali dalam satu minggu sebagai upaya pembudayaan olahraga di kalangan pelajar.
"Kita juga bersepakat  untuk mendorong Kabupaten dan Kota se Kaltim melakukan berbagai peningkatan kebugaran olahraga khususnya untuk di ruang terbuka. Dan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kemajuan tekhnologi, kita memerlukan adanya aplikasi untuk mempermudah input data kegiatan Sport Development Indek(SDI)," jelasnya.
Dalam upaya memotivasi peningkatan prestasi di tingkat pelajar, Pemerintah Provinsi Kaltim akan mendorong adanya pelaksanaan event kejuaraan khusus Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) maupun PPLPD yang dilaksanakan setiap tahun.

"Terakait Portradnas di Surakarta pada tanggal 26-29 Agustus 2022 mendatang, Kabupaten Paser akan menjadi wakil Kaltim. Dan untuk itu kedepannya juga diharapkan
lahirnya Pekan Olahraga Tradisional (PORTRAD) Daerah di Kaltim dalam rangka seleksi untuk Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Portradnas)," ujarnya.
Adapun untuk tahun 2023 mendatang sejumlah kegiatan kompetisi yang akan dihelat yakni Kompetisi olahraga rekreasi meliputi Panjat Tebing,BMX, Skateboard, B.Boy, Sepeda “Gowes", IESPA (Indonesia E-Sport Association). Sementara  untuk Kompetisi Olahraga Tradisional meliputi Panahan Tradisional, Layang-layang, Gasing, Ketapel, dan Lari Balok," pungkasnya.
Satu poin penting lain yang juga disepajati yakni terkait dengan penilaian Panji-Panji Keolahragaan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan bersurat ke Kabupaten dan Kota dalam rangka pelaksanaan penilaian Panji-Panji Keolahragaan tahun anggaran 2022.(ba/rdi/ppiddisporakaltim)

Baca Juga :