Umum

Popprov XIII Kaltim kaltara Resmi ditutup

Dispora Management | Rabu, 24 Desember 2014 - 08:32:06 WIB | dibaca: 1681 pembaca

BONTANG - Perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) XIII Kaltim-Kaltara 2014 telah usai. Minggu (21/12) kemarin, gelaran akbar pelajar se-Kaltim dan Kaltara itu resmi ditutup di lapangan sepak bola Town Center Badak LNG.

Acara ditutup wali kota Adi Darma yang mewakili gubernur. Sebelum penutupan, partai final perebutan medali emas cabang olahraga (cabor) sepak bola antara Bontang dan Samarinda tersaji.

Membacakan pidato gubernur, Adi Darma mengatakan, prestasi yang sudah diraih para kontingen diharapkan tidak berhenti sampai gelaran Popprov saja, namun diharapkan dapat terus menelurkan prestasi baik ditingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.

“Selamat untuk para atlet yang meraih prestasi. Dan untuk yang belum meraih medali, jangan berkecil hati. Masih banyak waktu untuk memperbaiki. Karena sejatinya kekalahan adalah kemenangan yang tertunda,” ujarnya.

Adi juga mengatakan, prestasi yang diraih masing-masing kontingen, tentunya merupakan prestasi yang menjadi kebanggan bagi kabupaten/kota masing-masing. Dan seperti berlian yang semakin diusap semakin berkilau, Adi juga berpesan agar para atlet terus berlatih.

“Saya juga berterima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, Bapopsi, dan seluruh atlet yang telah bekerja keras, sehingga Popprov dapat diselesaikan dengan lancar," ujarnya. Adi juga memberikan selamat kepada para atlet Bontang yang sudah berjuang selama sepekan demi mengharumkan nama Bontang.

"Atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen, khususnya kontingen Bontang. Semoga Bontang bisa lebih baik dan terus maju di masa yang akan datang, terutama di bidang olah raga," ujarnya.

EMAS UNTUK CHUSNA

Pemkot Bontang memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nahdiyatul Chusna,, pesilat asal Berau yang meninggal setelah mengikuti pertandingan pencak silat di pendopo Town Center Badak LNG beberapa waktu lalu.

Pemerintah pun memberikan piagam dan satu medali emas untuk Chusna. Piagam dan medali diberikan kepada perwakilan kontingen Berau. Ini diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus bentuk atas rasa kehilangan atlet silat terbaik Kaltim.

“Ananda Chusna adalah atlet yang gigih, dan salah satu pesilat yang berprestasi. Kaltim sangat kehilangan Chusna. Pada gelaran Porprov lalu, Ananda berhasil meraih medali perak,” ujar Adi.

Membacakan pesan gubernur, Adi mengatakan, peristiwa memilukan tersebut tak boleh terulang pada gelaran olahraga di masa mendatang. “Kejadian memilukan tersebut saya harap tak terjadi lagi.” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, seluruh kontingen kehilangan sosok Chusna. “Kami semua kehilangan sosok atlet silat terbaik.

Hari ini (kemarin, Red.) kami bersama-sama mendoakan almarhumah. Kami juga selama pergelaran Popprov seluruh atlet dan panitia memakai pita hitam sebagai bentuk rasa belasungkawa kami,” ungkap Bambang.

Bambang juga sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan seluruh media yang sudah membantu kesuksesan pesta olahraga multievent Kaltim-Kaltara. “Terima kasih atas kerja kerasnya. Kami sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan panitia, media, hingga perusahaan,” tukasnya.(rw/kpnn)

sumber: kppn group