Nasional

Peserta BPAP : Kaltim Luar Biasa

Dispora Management | Selasa, 25 November 2014 - 15:28:41 WIB | dibaca: 1291 pembaca

Sebanyak 15 Pemuda Program Bakti Pemuda Antar Provinsi yang berasal dari 3 provinsi, masing-masing Papua, Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah yang ditempatkan di Kalimantan Timur tepatnya di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Senin (24/11) bersilahturrahmi ke Kantor Dinas Pemuda dan olahraga Provinsi kaltim komleks Stadion Madya Sempaja.

Kadispora dalam kesempatan ini menyampaikan terimakasih atas dedikasi yang tinggi serta karya yang telah diberikan para pemuda ini terhadap Provinsi Kaltim, yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyrakat di makroman, samarinda.

“Saya atas nama pemerintah provinsi Kalimantan timur, berterimakasih atas semua ilmu dan karya yang bermanfaat yang telah adek-adek tularkan kepada masyarakat di Makroman, Samarinda. Tentunya saya juga berharap adek-adek mendapatkan ilmu dan penambahan wawasan selama bersosialisasi dengan masyarakat sekitar,”ujar Kadispora Kaltim, Fachruddin Djaprie ketika menemui ke limabelas pemuda diruang kerjanya.

Kadispora pun memanfaatkan momen tersebut untuk saling bertukar informasi, khususnya masukan dari para peserta terhadap pelayanan yang diberikan oleh Kaltim khususnya Orang Tua Angkat tempat mereka bertempat tinggal selama mengikuti program BPAP.

Mega Kararbo, Peserta BPAP asal Provinsi Papua menyampaikan bahwa dirinya sempat berasumsi bahwa nantinya selama di Kaltim, sehari-harinya akan berinteraksi dengan masyarakat suku asli Kalimantan yakni Suku Dayak. Namun ternyata, setelah sampai di desa penempatan, justru interaksi yang didapat dengan masyarakat yang sebagian besar adalah transmigran.

“Ketika mendapatkan informasi awal di tempatkan di Kaltim, saya sangat antusias, karena tentu saya akan mengenal lebih dekat Suku Dayak yang kebudayaannya sangat unik dan menarik untuk dipelajari lebih jauh, namun bayangan saya tersebut harus sirna, karena pada kenyataannya masyarakat di desa penempatan sebagian besar adalah masyarakat transmigran. Namun demikian kekecewaan tersebut terobati dengan Orang tua angkat yang di pilihkan oleh pemprov kaltim untuk kami, adalah orang-orang yang sangat baik, bahkan mereka memperlakukan kami seperti anak mereka sendiri,” tambah Pemuda yang akrab disapa Ega ini.

Pemuda lainnya, Leo Zulfikar asal provinsi Sulawesi tengah, menambahkan bahwa terkadang perhatian yang diberikan oleh para orang tua angkat melebihi dari apa yang mereka dapatkan di rumah mereka sendiri.

“Kaltim luar biasa, saya bersyukur bahwa saya berkesempatan mengikuti program BPAP dan ditempatkan di Kalimantan Timur, banyak yang saya pelajari di sini, salah satunya belajar makan makanan yang manis, sementara dari kecil saya sudah terbiasa makan makanan khas minang. Syaa pun mengajari orang tua angkat saya cara memasak masakan minang, Alhamdulillah sduah seminggu ini hampir tiap hari Ibu angkat memasak makanan khas minang,”ungak Pemuada asal Sumbar, Aisyah Junita.

Sementara itu, Tri Sugarti, yang merupakan pendamping peserta asal Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kaltim, memberikan masukan kepada Pemprov kaltim untuk pelaksanaaan BPAP ke depan, diantaranya dalam hal perencanaan program kegiatan dapat duduk bnersama antara Pemprov Kaltim, Pemerintah Kab/Kota tempat penempatan dan PPMI Kaltim.

“Dengan duduk bersama merencanakan program BPAP di Kaltim, kita harapkan peserta asal provinsi lain dapat teraokomodir dengan baik, khususnya dalam mengikuti program-programn yang telah di susun bersama,“ usulnya.

Hal ini mendapat sambutan baik dari Kadispora Kaltim, yang pada kesempatan tersebut di damping oleh Sekretaris Dispora, Fahrullah dan juga Plh Kabid Pemuda, Bahri.

Program Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) adalah salah satu program yang ada di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Program ini dikhususkan untuk para pemuda di Indonesia. Dalam program ini, sejumlah pemuda yang terpilih dari masing-masing provinsi akan dikirim silang dengan provinsi lainnya.

BPAP tahun ini digelar serentak mulai 2 sampai 27 November 2014 (25 hari) dan melibatkan perwakilan pemuda dari 33 Provinsi yang terbagi ke dalam delapan grup. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari Jambore Pemuda Indonesia yang digelar di Yogyakarta pada 26 Oktober sampai 2 November 2014 (rdi-disporakt)