Menpora Ajak Pemangku Kepentingan Koordinasi Pembinaan Olahraga Nasional

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI diakui terus berbenah dalam hal pembinaan olahraga di Indonesia. Program prioritas pembinaan olahraga bahkan telah terjabar dalam sembilan agenda prioritas (nawa cita) pembangunan Pemerintahan Jokowi – JK.

“Tidak ingin terus terpuruk prestasi olahraga. Kita harus bangkit meraih prestasi terbaik tidak hanya tingkat nasional, tapi juga internasional,” yakin Menpora RI, Imam Nahrawi sebelum membuka Rakor Pembinaan Olahraga Nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (26/8) malam.

Berbenah dimaksud diantaranya dilakukan melalui upaya pembibitan atlet serta peningkatan program olahraga secara sitematik dan berjenjang. Itu sebabnya, program olahraga harus sinergis dengan program pemerintah.

Gilirannya diharap berhasil mencetak atlet nasional berprestasi. Target awal harus mampu meloloskan banyak atlet pada Olimpiade 2016 di Brazil dan lebih baik dari Olimpiade 2012 lalu di London.

Di samping itu harus mampu mengembalikan tradisi emas olimpiade minimal kembali membawa pulang dua medali emas ke tanah air. “Satu keping emas di olimpiade biasa. Dua baru luar biasa,” katanya.

Selanjutnya, pada SEA GAMES 2017 di Kuala Lumpur juga harus meluncur di posisi tinggi. Termasuk diharapkan bisa mempertahankan juara umum ASEAN Paragames di Singapore.

Sedangkan berkaitan rakor, Imam Nahrawi menyeru peserta yang merupakan seluruh instansi, organisasi, dan pemangku kepentingan bidang olahraga memanfaatkan waktu sebaik mungkin memberikan fikiran dan harapan dari daerah. Melalui pertemuan tersebut diharap terjadi persamaan visi, misi, dan sinergi pembangunan olahraga.

“Salah satu indikator negara maju di ekonomi yang kokoh dan pertahana keamanan, juga diukur kemajuan olahraganya,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Pelaksana Rakor, Profesor Joko Pekik Irianto mengatakan kegiatan tersebut dimaksudkan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan keolahragaan dalam pembinaan prestasi olahraga menuju sukses prestasi pada ASIAN GAMES 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah  penyelenggaraan.

“Tujuannya untuk sinkronisasi dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan keolahragaan. Ini untuk mendukung prestasi pada ASEAN GAMES 2018. Mensinergiskan potensi atlet daerah dan mensinergiskan peran pemangku kepentingan dalam hal pembinaan olahraga,” katanya.

Rakor yang diselenggarakan 26 – 28 Agustus dibuka menteri dengan pemukulan gong sebanyak 10 kali. Adapun tema rakor “pembinaan olahraga nasional guna mendukung program Indonesia Emas menuju multy even Olympic Games 201, SEA Games 2017, dan ASIAN Games 2018”.(arf)