KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS AJAK DAERAH SUSUN ROAD MAP MENUJU INDONESIA MENANG

BALIKPAPAN-Dalam rangka pelaksanaan kajian strategis penyusunan peta jalan (road map) peningkatan Prestasi Olahraga Indonesia, Kememterian PPN/Bappenas melalui Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Cabang Olahraga Olimpik dan Olahraga Rekreasi di Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (4/9) tersebut dipimpin langsung Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga beserta Kementerian PPN/Bappenas RI, Wiro Srihastuti Sulistyaningrum dan Kadispora Kaltim, Syirajudin. 

Adapun peserta FGD ini disamping Kementerian PPN/Bappenas serta Dispora Kaltim, juga diikuti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia (FORMI) Kaltim, Dispora Balikpapan dan Samarinda, serta pengurus Cabang Olahraga terkait.  

Mengawali FGD, Wiro Srihastuti Sulistyaningrum menyampaikan bahwa yang diharapkan menjadi output kegiatan ini adalah dokumen Kebijakan Pembangunan Nasional berupa Dokumen Peta Jalan (Road Map) Peningkatan Prestasi Olahraga Indonesia yang berisi dua hal.

"Yang pertama adalah analisis situasi, potensi dan sumber daya, tantangan dan peluang dalam pembinaan olahraga pendidikan dan prestasi yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, individu, masyarakat dan pihak swasta,"jelasnya. 

Selanjutnya yang kedua yakni rekomendasi program, kegiatan dan sasaran (indikator dan target), kebijakan, strategi operasional, dan rencana aksi yang dilaksanakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

"Kita akan menyusun program menuju Indonesia Menang yang diawali dengan melakukan fokus pembinaan pada 10 Cabang Olahraga olimpiade, diantaranya Taekwondo, Bulu Tangkis, Angkat Besi dan Panjat Tebing.

Sebagaimana kita ketahui bersama saat ini di Indonesia, ada 56 cabor yang dibina, sehingga pembinaan untuk berprestasi di olimpiade jadi bercabang dan kurang fokus serta terarah,"katanya.  

Syirajudin memberikan masukan agar pembinaan olahraga prestasi tidak terpusat di Jakarta dan dimulai sejak usia dini dengan program pelatihan yang bersinergi dengan program pendidikan.  

"Kami di Kaltim, memiliki Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) yang programnya bersinergi sehingga atlet tetap berpretasi di olahraga dan di akademiknya. Janganlah kita bermimpi go international, sementara program pembinaan yang kita lakukan setengah-setengah, SDM atlet membutuhkan dukungan peralatan latihan yang memadai, Iptek Olahraga yang mendukung, sarana yang mumpuni dan yang tak kalah penting adalah gizi mereka harus terpenuhi sesuai beban latihan mereka,"ujarnya. 

Kaltim sendiri disampaikannya siap menjadi tuan rumah pelatnas bagi salah satu atau lebih dari 10 cabor yang masuk dalam RPJMN Kementerian PPN/Bappenas, dimana  hal yang mendukung disamping sarpras yang tersedia adalah hubungan harmonis dan sinergitas antara Dispora, Koni, Formi serta cabang-cabang olahraga terbangun dengan baik sehingga mampu menghasilkan prestasi terbaik di tingkat nasional. 

Forum juga menyampaikan bahwa pembinaan prestasi olahraga go international akan menjadi mustahil apabila regulasi anggaran olahraga tidak ada sebagaimana anggaran pendidikan yang jelas regulasi anggarannya 20 persen dari APBN/D. (rdi) 

Baca Juga :