KEMENPORA LAKUKAN PEMETAAN PEMUDA PELAKU INDUSTRI KREATIF DI KALTIM

Tim survey dan pemetaan pemuda pelaku Industri Kreatif dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI terdiri dari Kasubbid Grafika, Andi Farid Akbar, Kasubbid Industri, Burhanuddin Lutfi, dan Tim Ahli Sarwan, sejakt tanggal 23 Mei hingga 25 Mei 2019 melakukan pemetaan di Provinsi Kaltim.

Kepala Seksi Peningkatan Kreatifitas Pemuda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Bahri yang mendampingi tim tersebut, mengatakan bahwa tim bermaksud untuk mendapatkan data tentang rencana pembangunan kepemudaan yang diusulkan oleh Bappeda kaltim, yang dapat menjadi pertimbangan bagi Kemenpora  dalam menyusun kebijakan peningkatan kreativitas pemuda pelaku industri kreatif di tahun-tahun mendatang.

"Di samping itu tim juga akan mengambil data pemuda pelaku industri kreatif 2019, dimana untuk Provinsi Kaltim baru 5 kabupaten/Kota yang telah menyampaikan datanya, yakni Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, dan Bontang, sementara 5 Kabupaten lainnya belum mengumpukan. Sehingga kami berharap agar ke-5 Kabupaten yang belum mengumpulkan dapat segera menyampaikan ke kami di Dispora kaltim,"ujar Bahri.

Sementara itu, Andi Farid Akbar, menyampaikan bahwa industri kreatif adalah paradigma baru yang mengandalkan gagasan, ide, atau kreativitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

"Kemajuan tekhnologi memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk megekspor lebih jauh kreatifitas dan inovasi, sampai sejauh mana kreatifitas dapat menghasilkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, untuk itulah perlu kita melakukan pemetaan terhadap industri kreatif sehingga tentunya berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian di masyarakat,"jelasnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin Lutfi menambhakan ada empat tujuan utama kegiatan ini yakni mengindetifikasi berbagai kebijakan dan program peningkatan potensi pemuda kreatif di 34 provinsi di seluruh Indonesia, mengindetifikasi permasalahan dan kebutuhan peningkatan kemampuan pemuda bidang industri kreatif, kemudian memetakan pemuda bidang industri kreatif dan terakhir menyusun data base pemuda bidang industri kreatif.

Sementara untuk metodologi yang digunakan untuk melakukan survey adalah metode kualitatif dimana pengumpulan datanya melalui penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam (indepth interview). Oleh karenya setelah bertemu dengan Dispora Kaltim dan Bappeda Kaltim, tim melakukan kunjungan kepada pemuda pelaku kreatifitas diantaranya Indah Purnamasari pelaku usaha kuliner, Tarjun pelaku usaha Desain Kreatif, Muhammad Sirajul Amin Mubarak  pelaku usaha usaha OMI Design Creatif, Ruth Shanti Anissa pelaku usaha Sunny Souvenir Samarinda dan didampingi pula oleh Pengurus  Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), Irfan dan Andri. (rdi)