KEMENPORA LAKUKAN FACT FINDING CALON PEMUDA PELOPOR NASIONAL ASAL KALTIM 

Tim Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Rifin Kustian didampingi Kasi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kemitraan Pemuda, Syahril, melakukan pengamatan langsung di lapangan (Fact Finding) Calon Pemuda Pelopor Tingkat Nasional asal Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan. 

Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (5/9) dan Jumat (6/9) diawali Desa Timbau, Tenggarong, Kutai Kartanegara guna menemui Imam Wahyudi, seorang pemuda pelopor bidang agama yang bergerak untuk mengabdikan dirinya mencetak generasi Qur'ani, bahkan salah satu anak didiknya yang baru berusia 8 tahun telah hafal Al-Qur'an beserta terjemahannya.  

Untuk tahun 2019 ini, Pemilihan pemuda pelopor mencakup 5 (lima) bidang kepeloporan pemuda yakni Bidang Pendidikan, Bidang Agama, Sosial, dan Budaya, kemudian Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Bidang Lingkungan dan Pariwisata, Bidang Pangan dan terakhir Bidang Inovasi Teknologi.

Setelah fact finding Pemuda Pelopor di Kabupaten Kutai Kartanegara, Tim melanjutkan penilaian di Kota Minyak, Balikpapan. 

Sebelum ke lokasi, tim bersama Disporapar Kota Balikpapan bertemu dengan Sekda Kota Balikpapan, Sayid MN Fadly, di ruang kerjanya. Kepada tim, Sekda Balikpapan berharap agar salah satu dari dua Pemuda asal Balikpapan dapat terpilih mewakili Provinsi Kaltim di tingkat nasional. 

Tim kemudian bergerak ke tempat pertama, meninjau Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan, Muhammad Dendy di Kecamatan Damai Balikpapan. 

Dendy yang seorang disabilitas jenis tuna rungu, relawan pengajar dengan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas, namun ada pula yang normal.  

Pemuda pelopor selanjutnya, Muhammad Nurhidayatur Rozikin, merupakan pelopor di bidang SDA Lingkungan dan Pariwisata, dimana dia membentuk SALAM (Sahabat Alam) yang merupakan program dalam mencintai dan mengenal lingkungan diantaranya membuat air limbah menjadi bersih proses alam dan membuat pupuk kompos dari daun-daun di sekitar. 

Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2019 ini dilakukan dengan melibatkan sebanyak mungkin partisipan pemuda. Lingkup dan jenis kepeloporan pun diperluas dengan harapan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pemuda dan memberikan penghargaan bagi mereka yang layak menyandang predikat sebagai pemuda pelopor.

Hasil dari Fact Finding ini selanjutnya akan dibahas dan dinilai oleh dewan juri tingkat nasional untuk dipilih 1 (satu) orang yang akan mewakili Kaltim (rdi)