Bidang Olahraga

Kemenpora Gandeng SKOI jaring Bakat Olahraga Siswa Maratua

Rusmulyadi | Selasa, 18 Oktober 2016 - 08:45:14 WIB | dibaca: 631 pembaca

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur melalui Sekolah Khusus Olahragawan Indonesia (SKOI) melakukan tes pemanduan bakat di Pualu maratua, kabupaten Berau.

Menurut Wakil Kepala UPTD SKOI Kaltim, Hendra Saputra, dalam tes pemanduan bakal kali ini sebanyak 400 siswa mengikuti sejumlah rangkaian tes yang telah ditentukan, yakni Si sebanyak sepuluh rangkaian tes berupa tes tinggi badan, lalu berat badan, tinggi duduk, rentang tangan, tinggi lompatan, lempar bola tenis, lempar bola basket, kelincahan, lari 40 meter dan terakhir beef test atau lari dengan beberapa tahapan tertentu.  .  

"Kita berharap agar kegiatan ini  dapat terus dilakukan setiap tahunnya dengan lokasi yang berbeda karena akan ada penandatanganan komitmen dari SKOI Dispora Provinsi  Kaltim untuk merekrut dan membina peserta Test pemanduan bakat yg memiliki nilai tes tertinggi atau yang berbakat diatas rata-rata, dan kita mengusulkan untuk tahun depan Kemenpora berkenan melakukannya di  Biduk-Biduk,"katanya.

Sementara itu, Staf ahli Kemenpora M. Huda meminta perangkat desa untuk dapat segera mengusulkan pembuatan atau perbaikan lapangan sepak bola kampung, sebab Menpora sendiri telah berkomitmen utk membangun fasilitas olahraga dari pinggiran yakni daerah terdepan, tertinggal serta terluar.

Mengenai alasan kemenpora melakukan tes pemanduan bakat di Pualu Maratua, Huda menyampaikan bahwa  perkembangan cabor perairan terutama Layar di Kaltim khususnya Berau, yang begitu pesat menjadi alasan utama.

”Sejak beberapa tahun terakhir, cabor perairan di Kaltim begitu pesat. Lihat saja pada PON kemarin, Kaltim berada di peringkat ketiga setelah Kepulauan Riau dan Bali pada cabor layar. Kami berharap akan ada talenta-talenta baru yang nantinya bisa berbicara di kancah nasional maupun internasional,” ucapnya.

Huda juga sangat mengapresiasi semangat serta dukungan luar biasa dari masyarakat Maratua, hal ini sangat berarti bagi perkembangan pembinaan olahraga pelajar khususnya di Maratua, karena dengan penilaian yang terukur para instruktur yang juga merupakan pemuda Maratua dapat menilai sendiri potensi anak-anak pesisir pantai maratua.

Hasil tes pemanduan bakat kali ini, terdapat beberapa anak dengan rentang umur 11-14 tahunyg memiliki kemampuan fisik, serta potensi yg cukup baik, kedepannya hasil resmi akan dikirim kembali dari kementerian dan nantinya anak-anak yg mendapat penilaian istimewa dan direkomendasikan akan menjadi prioritas pada seleksi penerimaan atlet SKOI kedepan. (hen/rdi)