KADISPORA AJAK PENGURUS PPI BUAT SOP PEMBERDAYAAN PURNA PASKIBRAKA DI KALTIM

Dalam peringatan hari-hari besar Nasional yang memerlukan pengibaran Bendera Merah Putih, tak jarang instansi penyelenggaran menggunakan tenaga Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Begitupun di Kalimantan Timur khususnya di Ibukota Provinsi Kaltim, Samarinda, tak sedikit instansi termasuk Pemerintah Provinsi yang memakai tenaga PPI Kaltim.

Menurut Sekretaris PPI Kaltim, Eko Hadi JP, saat ini untuk kebutuhan penggunaan untuk peringatan di tingkat provinsi mengandalkan tenaga dari PPI Kota Samarinda sebagai Kab/kota terdekat dengan PPI Provinsi.

"Hal ini menjadi salah satu kendala karena yang kita andalkan yakni PPI Kota Samarinda memliki personil yang sangat sedikit ditambah lagi Kota Samarinda tidak melakukan pengibaran Bendera 17 Agustus seperti Kabupaten/Kota lain di Kaltim dikarenakan pengibaran langsung digabungkan di tingkat Provinsi,"katanya.

Apalagi saat ini jumlah PPI asal Kota Samarinda hanya 4 (empat) orang per tahun, sementara makin banyak instansi yang membutuhkan tenaga PPI untuk pengibaran Bendera, sebagai contoh untuk pengibaran di Kantor Gubernur, PPI Kaltim terpaksa hanya mengandalkan PPI angkatan 2018 yang berjumlah 5 orang dan kelimanya harus bertugas bergantian.

"Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, terkadang PPI Kaltim harus meminta PPI yang lebih senior, sementara angkatan 2014 hingga 2017 sudah tidak dapat diandalkan dikarenakan sebagian besar mereka telah melanjutkan pendidikannya di luar Kota,"tambahnya.

Menanggapi hal tersebut Kadispora Kaltim menyampaikan terimakasih atas dedikasi luar biasa putra-putri Kaltim yang tergabung dalam PPI yang selalu mendapat dan tetap menjaga kepercayaan yang diberikan Pemprov Kaltim serta sejumlah instansi lainnya.

"Dispora dan PPI Kaltim sudah waktunya utk membuat Standart Operasional Procedure (SOP) agar PPI yang menjadi petugas pada hari-hari Besar Nasional dapat bertugas secara bergiliran mendapat kesempatan. Dengan adanya SOP, kita harapkan anak-anak kita yang bertugas akan lebih sistematis, tercatat dan terarah, termasuk tentunya adanya perhatian khusus dari instansi yang menggunakan tenaga mereka,"harapnya.

Kabid Pengembangan Pemuda, Hardiana Muriyani, menyampaikan persetujuannya atas ide Kadispora tersebut. Dirinya juga pernah membicarakan hal tersebut ke Ketua PPI Kaltim, H Zulfi Fakhroni, untuk membuat hal serupa khususnya penawaran kesiapan PPI Kaltim bekerjasama dengan instansi maupun OPD, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan menyurati instansi tersebut.

Sebagaimana diketahui, bahwa PPI merupakan organisasi yang menghimpun para alumni anggota Pasukan Pengibar Bendera yang bertugas pada tanggal 17 Agustus di tingkat Kabupaten, Kota, Provinsi hingga tingkat Nasional. Selain sebagai organisasi tempat berhimpun, PPI juga diharapkan sebagai wadah untuk membina watak kemandirian dan profesionalisme, memelihara kekeluargaan, mewujudkan jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara, serta membentuk pribadi yang tangguh, tanggap, dan tangkas. (rdi)