Seputar Dispora

Jelang Asian Games 2018, Pemprov Kaltim Benahi Sarana Olahraga

Dispora Management | Kamis, 16 Oktober 2014 - 13:22:02 WIB | dibaca: 2472 pembaca

Tampak depan Stadion Utama Palaran.#doc

SAMARINDA -Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim terus berupaya melakukan pembenahan fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki Pemprov Kaltim terutama venue pasca PON XVII 2008 Kaltim.

Hal ini sesuai harapan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak agar Kaltim dapat berpartisipasi dalam menyukseskan Asian Games 2018. Arena Asian Games yagn sementara ini disiapkan adalah Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Banyak cabang olahraga yang bisa dipertandingkan di level internasional sekelas Asian Games, antara lain menembak di Balikpapan, balap sepeda velodrume tertutup di Kutai Kartanegara dan sepakbola di Stadion Utama Palaran Samarinda.

“Kami siap mendukung langkah dan harapan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk menyukseskan olahraga terakbar se-Asia tersebut. Karena, dengan even tersebut tentu akan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat di daerah. Misal hunian hotel meningkat dan sektor ekonomi kreatif masyarakat juga meningkat. Bahkan juga memberikan motivasi atlet daerah untuk bisa bersaing di tingkat internasional,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim H Fachruddin Jafrie, Kamis (9/10).

Langkah yang terus dilakukan untuk menyukseskan even tersebut, yaitu saat ini Pemprov melalui Dispora Kaltim telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan bersama KONI Kaltim tentang pengembangan olahraga di daerah. Termasuk mengenai pengelolaan dan pemanfaatan aset pasca PON XVII di Kaltim.

Dispora Kaltim juga sedang menginventarisir aset yang telah digunakan pada saat PON. Untuk mendata aset tersebut saat ini telah dibentuk tim kecil di lingkungan Dispora Kaltim.

“Inventarisir tersebut telah dilakukan sejak awal Oktober ini. Dimulai dari Berau  untuk dayung dan perahunya. Nanti akan dilanjutkan ke Bontang dan Balikpapan serta Samarinda,” jelasnya.

Setelah adanya inventarisasi aset tersebut, kemudian baru diserahkan ke masing-masing Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (Cabor). Tetapi, untuk mendukung kemudahan dalam pengelolaan tersebut, bukan hanya Dispora saja yang bertanggungjawab melaksanakan tetapi SKPD terkait, yakni Biro Perlengkapan dan Biro Hukum, sehingga tidak bermasalah dengan hukum dan administrasi pengelolaan aset secara keseluruhan. 

“Kami berharap inventarisasi ini bermanfaat bagi pengembangan olahraga di daerah, sehingga kita  mampu meningkatkan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)