INSTRUKTUR KAGET KEMAMPUAN MEMBATIK PEMUDA DIFABEL MELEBIHI EKSEPEKTASI

*Ibarat Sekolah dari PRA TK langsung ke tingkat SLTA

SAMARINDA-Salah satu instruktur dalam Pelatihan Batik Tulis bagi 10 Pemuda Disabilitas Teman Tuli, Syahril Darmawi,  mengaku terkejut dengan kemampuan para peserta dalam mengikuti setiap instruksi yang disampaikan bahkan tingkat kemajuan mereka melebihi ekpektasinya.

Ditemui di tengah-tengah pelatihan, Rabu (24/06/2020), Syahril Darmawi mengatakan meskipun memiliki keterbatasan, namun mereka sangat cepat menangkap setip instruksi yang diberikan

"Yang tadinya kita mengajarkan di tingkat dasar, ternyata mereka mampu  menerima hingga ke tingkat mahir. Seperti yang kita lihat hari ini, loncatannya sangat tinggi sekali. Ibaratnya  mereka ini dari nol atau Pra TK, tapi begitu diberikan teori langsung bisa menerima,  kita apresiasi, dan langsung berikan pelatihan tingkat mahir dan juga mereka dapat menerima dengan baik,"ujarnya.

Pria yang telah menjadi instruktur membatik sekaligus memproduksi batik selama 35 tahun, mengajar  pemuda penyandang disabilitas (difabel) ini merupakan yang pertamakalinya, namun mereka sangat semangat dan fokus mengikuti tahapan demi tahapan yang diberikan.

"Alhamdulillah, yang tadinya saya berfikir apakah mereka nantinya bisa menerima materi sebagaimana peserta non difabel, ternyata penerimaan mereka lebih bagus, mungkin karena mereka bersungguh-sungguh sekali,"akunya.

Dirinya pun bersama Dispora Kaltim berencana akan membentuk sebuah komunitas baru sebagai bagian dari Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) Kaltim yang telah ada, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan serta menyempurnakan kemampuan mereka dalam membantik demi kemajuan para peserta.

Bahkan menurutnya, apabila nantinya mereka sudah mahir dan mampu memproduksi, karya para pemuda difabel Kaltim akan diikut sertakan dalam even-even pameran baik yang berskala lolak maupun nasional.

Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin, yang juga mendampingi langsung peserta dalam pelatihan, mengaku bersyukur atas kemajuan yang ditunjukkan teman tuli dalam mengiktui pelatihan batik tulis ini.

Hal ini menurutnya membuktikan bahwa setiap orang yang ingin maju, apabila diberikan kesempatan tentu akan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya guna peningkatan kualitas diri.

"Setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama dalam bersumbangsih membangun negeri. Setara dalam berkarya, disiplin dalam berkehidupan di tetanan era baru dalam pandemi covid 19 ini sebagai upaya bersama menciptakan Kaltim Berdaulat mewujudkan Indonesia Maju,"pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan pemuda Dispora Kaltim, Hardiana Muriyani menjelaskan bahwa pelatihan kewirausahaan menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia khususnya pemuda di Kalimantan Timur dan batik tulis dipilih sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya bangsa .

"Batik secara resmi menjadi bagian dari Daftar Representatif Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia sejak tahun 2009 lalu, hal ini sekaligus membuat batik diakui internasional. Nah, kita berharap generasi muda Kaltim tetap mengenal dan mendalami Batik ini, jangan sampai kedepannya Budaya Asli Negeri kita ini justru lebih didalami pemuda negara lain,"ujarnya.

Sebagaimana disampaikan Ketua Panitia, Nova Fachlevie dalam pembukaan kegiatan ini,  pelatihan Batik Tulis ini merupakan kelas pertama dari 3 kelas yang direncanakan. Dua kelas lainnya baru akan dilaksankan di Bulan Juli dengan jenis pelatihan batik cap bagi 10 pemuda difabel Tuna Daksa, serta pelatihan musik dan olah vokal bagi 5 Pemuda difabel Tuna Netra. (rdi)