Bidang Wirausaha

Ikuti Orientasi Lapangan, Pemuda PPU antusias Kembangkan Usaha Tanaman Hidroponik

Dispora Management | Rabu, 27 April 2016 - 14:57:32 WIB | dibaca: 730 pembaca

Sepuluh Pemuda Kab. PPU yang mengikuti orientasi lapangan di Surabaya dan antusias mengembangkan ilmu yang didapatnya ke masayarakat di lingkungannya.

Sepuluh pemuda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mendapat kesempatan untuk orientasi lapangan pelatihan kecakapan hidup angkatan II tentang bidang usaha pertanian khususnya tanaman Hidroponik, antusias mengikuti setiap materi yang diberikan pembimbing dari kabun Sayur Surabaya.

Muliadi salah seorang peserta mengungkapkan ketertarikannya untuk meerapkan ilmu yang diperolehnya di pelatihan ini ke masyarakat di sekitar lingkungannya.

”Alhamdulillah banyak sekali menfaat yang didapat dengan melihat langsung serta mempraktekkan budidaya tanaman hidroponik ini, harapan saya kalau dikembangkan secara serius di Kaltim akan memiliki pangsa pasar sendiri, serta secara tidak langsung membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,”ujarnya ketika ditemui di sela-sela pelatihan .

Menurut Mehdi Riza, salah satu narasumber,  Kebunsayur Surabaya adalah unit usaha yang bergerak di bidang hortikultura di tengah kota Surabaya, di sini mereka memproduksi beberapa jenis sayur western dan oriental, terutama sayuran yang banyak digunakan dalam menu salad dan lapan.

“Hidroponik sendir ipertama kali dikemukakan pada tahun 1930 oleh seseorang dari University Of California yang melakukan percobaan hara tanaman dalam skala komersial yang selanjutnya disebut nutrikultur atau hidroponik. Kehadiran Hidroponik menambah ragam pertanian modern yang dapat menjawab berbagai permasalahan dalam sistem pertanian konvensional,”jelasnya.

Dirinya menyampaikan bahwa sistem budidaya hidroponik memungkinkan para peserta bercocok tanam tanpa tanah dan sangat memungkinkan diterapkan didalam ruangan atau indoor, dimana keuntungannya adalah tanaman lebih bersih, tidak tergantung musim, relatif bebas hama, perawatannya mudah, memiliki unsur dekoratif dan bahkan menjadi pilihan usaha agribisnis yang menguntungkan.

”Peralatan yang digunakan juga dapat diusahakan secara sederhana, bisa menggunakan barang bekas seperti bekas botol air mineral sebagai wadah media tanam, penyaluran nutrisi ke tanaman dapat menggunakan sistem alir atau tetes, hal ini menandakan bahwa hidroponik dapat di aplikasikan dimanapun dengan menggunakan wadah media apapun,”lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan dan Kewirausahaan Dispora Kaltim, Tri Ratnaningtyas yang mendampingi peserta pelatihan selama di Surabaya mengungkapkan bahwa melalui pelatihan ini Dispora berharap peserta yang berusia 16-30 tahun  tersebut dapat mengambil manfaat, kemudian meneruskannya kepada masyarakat di lingkungannya.

”Sebagai generasi muda, Dispora menaruh harapan besar kepada mereka untuk dapat menjadi sumber inspirasi dengan menjadi wirausaha muda Indonesia yang berani mandiri dan turut menciptakan lapangan kerja serta berperan aktif membangun Bangsa dan Negara,”pungkasnya. (rdi)