Gubernur bangga sumbangsih SKOI di PON Jabar

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak merasakan kebanggaan yang luar biasa terhadap perolehan medali atlet-atlet dan alumni Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kalimantan Timur diajang Pekan Olahraga Nsional  XIX/2016 di Jawa Barat.

Kebanggan orang nomor satu di benua etam ini bukan tanpa alasan, menilik pada sejarah berdirinya SKOI Kaltim, Gubernur Awang Faroek merupakan aktor utama dalam pendirian sekolah yang dikhususkan untuk olahragawan muda berbakat tersebut, dimana beliaulah yang menelurkan ide pendirian Skoi dengan memamfaatkan sejumlah venue cabor eks PON XVII-2008 di kaltim.

"Pasca pelaksanaan PON XVII 2008, sekitar bulan Maret 2009 saya bersama sejumlah pejabat menemui Menpora RI yang saat itu dijabat oleh Adhyaksa Dault untuk menyampaikan gagasan mendirikan sekolah olahraga dengan dasar ingin mememanfaatkan venue-venue olahraga yang dimiliki Kaltim. Saya tidak ingin venue tersebut menjadi bangunan tua, karena dibangunnya menggunakan uang yang tidak sedikit, tentu harus memiliki manfaat yang tidak sedikit pula,”jelasnya.

Gubernur pun mengatakan bahwa sekarang kita sudah mulai merasakan  hasil dari keberadaan SKOI Kaltim, dimulai tahun 2012 lalu di PON riau, anak-anak SKOI juga menyumbang medali emas, dan kini mereka memberikan sumbangsih total 24 medali dengan rincian 5 emas, 9 perak dan 10 perunggu.

"Saya sangat berharap ke depan struktur serta program di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim termasuk SKOI semakin diperkuat. Pelatih dan tenaga pengajar yang ada saat ini harus ditingkatkan kualitasnya, kemudian saya berharap ada bapak angkat yang bersedia bersumbangsih di SKOI, karena sejumlah sekolah olahraga di luar negeri seperti Singapura Sports School, mereka memiliki Bapak angkat yang memberikkan support yang luar biasa,”terangnya.