FORUM DIALOG KEWIRAUSAHAAN PEMUDA REKOMENDASIKAN 7 KESEPAKATAN

Kewirausahaan merupakan salah satu dimensi penting dalam membentuk jiwa pemuda Indonesia yang perlu dikembangkan untuk mendorong kemandirian pemuda dibidang  ekonomi, hal ini mengingat tingkat pengangguran di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang, angka ini naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017 lalu, sejalan dengan hal tersebut, TINGKAT Partsipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 0,59 persen poin.

Hal tersebut mendasari Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur melalui tim Koordinasi Strategi Lintas Sektor Penyelenggara Pelayanan Kepemudaan Prov. Kaltim melaksanakan Forum Dialog Kewirausahaan Pemuda sebagai upaya pengembangan potensi kewirausahaan pemuda dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan fokus kegiatan melibatkan sinergitas unsur akademisi, bisnis, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kaltim dan masyarakat khususnya kelompok/komunitas wirausaha pemuda yang ada di Provinsi Kalimantan timur.

"Fenomena pengangguran dikalangan terdidik, selain disebabkan karena terbatasnya lapangan pekerjaan, juga disebabkan karena tidak sinkronnya kualifikasi lulusan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Hal tersebut juga sekaligus menjelaskan masih rendahnya tingkat kewirausahaan yang dapat dihasilkan dari dunia pendidikan. Untuk itu, Pemprov kaltim terus melakukan berbagai  upaya pengembangan kewirausahaan khususnya di usia pemuda melalui berbagai pelatihan yang terus digalakkan, sebagai salah satu unsur penting dalam upaya menciptakan wirausahamuda yang tangguh dan produktif," Kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim, Drs. Elto, M.Si ketika membuka kegiatan Forum Dialog Kewirausahaan Pemuda (FDKP) di Kantor Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu.

Elto juga menyampaikan bahwa untuk membangun jiwa kemandirian melalui kewirausahaan sejak dini tidaklah mudah. Terdapat sejumlah hambatan harus dihadapi antara lain, masih kurangnya kesadaran pemuda dalam membangun jiwa kewirausahaan, terbatasnya sarana dan prasarana, modal usaha, kurangnya pengetahuan mengenai produk, barang atau jasa yang dihasilkan.

"Beberapa tantangan yang perlu dihadapi bagi pemuda untuk membangun jiwa kemandirian berwirausaha antara lain persaingan pasar internasional, persaingan produk, persaingan harga, termasuk cara pemasarannya,"lanjutnya.

Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Hardiana Muriyani, menambahkan kewirausahaan sebagai faktor utama dalam pembangunan ekonomi membutuhkan sinergitas antara akademisi atau peneliti, asosiasi pengusaha, pemerintah, serta dukungan masyarakat atau komunitas. Sinergitas ini penting supaya isu kewirausahaan yang saat ini sedang digalakkan bisa lebih terarah.

"Sebagimana kita ketahui bersama bahwa salah satu sasaran prioritas dari RPJMD Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018 – 2023 adalah meningkatnya kewirausahaan dan prestasi pemuda, Hal ini mendorong kami untuk terus melakukan sejumlah terobosan untuk meningkatkan minat para pemuda dalam berwirausaha dan menumbuhkan kemandirian yang kemudian tentunya dapat menjaga independensi dan berkontribusi dalam perekonomian yg bertujuan mewujudkan kemakmuran bagi masyarakat,"pungkasnya. (rdi)

 

 

Dari dialog ini dihasilkan sejumlah rekomendasi yang disepakati seluruh peserta dialog, yakni :

  1. Dialog wirausaha pemuda dilakukan secara berkelanjutan dan tempat pelaksanaan disesuaikan berdasarkan hasil kesepakatan bersama.
  2. Perlunya sinergi Disperindagkop, Biro Kesra, Dinas Pendidikan dan Dispora dalam memfasilitasi pertemuan/ dialog dengan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta untuk mendorong terbentuknya Inkubator wirausaha Mahasiswa di kampus-kampus sebagaimana telah dilakukan oleh UPT Perkasa Unmul.
  3. Setiap OPD dan Lembaga terkait perlu memiliki data wirausaha muda dan sinergi antara satu dengan yang lainnya.
  4. Pemanfaatkan ruang untuk dijadikan wadah pemasaran bagi hasil karya SMK, Universitas dan Wirausaha Pemuda,  salahsatunya  melalui Wisata Belanja yang berlngsung tiap hari Minggu di Stadion Madya Sempaja.
  5. Memanfaatkan ruang-ruang/posko untuk dijadikan galeri tetapi melalui tim evaluasi untuk produk-produk yang dipasarkan.
  6. Bankaltimtara siap memberi pinjaman modal dengan suku bunga 7% untuk UMKM sesuai syarat dan ketentuan serta tidak melihat latar belakang pendidikan.
  7. PT. JAMKRIDA bersedia memberi jaminan pinjaman dari lembaga pemberi kredit seperti koperasi dan perbankan.