DPRD minta Dispora Optimalkan Potensi Atlet Daerah

SAMARINDA - Memasuki akhir tahun anggran 2014 Komisi IV DPRD Kaltim melakukan hearing dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim yang merupakan mitra kerja komisi ini. Hal ini terkait dengan pengoptimalan atlet lokal yang nantinya akan memperkuat daerah di setiap event olahraga. Dalam hearing tersebut Komisi IV meminta kepada Dispora Kaltim untuk melaporkan kegiatan pada periode 2014 serta menyampaikan rancangan program-program 2015.

Pada rapat yang dipimpin langsung ketua Komisi IV Zain Taufik Nurrohman dikemukakan sebagai mitra kerja, komisi ini ingin mengetahui lebih jauh program kerja Dispora, apa saja yang akan dicapai terutama melalui kegiatan penting setiap tahun dan kegiatan regular.

"Ini merupakan rapat pertama yang kita lakukan bersama Dispora Kaltim. Rapat ini bertujuan mendengarkan sejauh mana upaya Dispora Kaltim dalam pencapaian target kegiatan, termasuk rancangan program 2015 ,” ucapnya.

Fachrullah, sekretaris Dispora mengatakan, pada periode 2014 dengan anggaran Rp 156 miliar Dispora Kaltim telah melaksanakan hampir seluruh kegiatan yang telah diprogramkan, termasuk untuk pembinaan dan pengembangan sarana fasiltas olahraga.

Selanjutnya ia menambahjan pada 2015 alokasi anggaran untuk Dispora mengalami penurunan dikarenakan rasionaliasasi hingga menjadi Rp 90 miliar.”Dengan alokasi anggaran yang dirasionalisasi ini tidak menghalangi niat kami untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan tahun depan. Kami akan memaksimalkan kegiatan dengan skala kegiatan yang lebih prioritas,” katanya.

Komisi IV sepakat untuk mendukung program-program yang telah direncanakan  Dispora, terutama dalam mengoptimalkan kualitas atlet daerah. Agar ke depan Kaltim memiliki atlet yang berkualitas dan setara dengan daerah lain. Jadi tidak ada lagi alasan memutasi atlet dari luar daerah.

Seperti dikatakan Anggota Komisi IV Ahmad Rosyidi, dengan menggunakan atlet dari luar daerah sama saja dengan kemunduran di bidang olahraga Kaltim, khususnya di pembinaan.

”Mendatangkan atlet dari luar daerah adalah sesuatu yang tidak mendidik. Padahal kita mempunyai sarana pembinaan atlet yang jauh lebih baik dari daerah lain. Seharusnya itu lebih dioptimalkan,” katanya.

Hal tersebut juga dibenarkan Hermanto Kewot. Dengan mengunakan atlet luar daerah namun secara kualitas sama dengan atlet local, hanya manghabiskan anggaran. Sebab memutasi atlet dari luar daerah pasti menggunakan anggaran cukup besar.

”Sebenarnya kita memiliki pembinaan atlet yang lebih bagus, seperti Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim. Di sana telah terbina bibit-bibit muda dalam berbagai cabang olahraga, jika kita optimalkan maksimal, saya yakin Kaltim tidak akan kalah bersaing dengan provinsi lain,” sambungnya.

Hal berbeda diungkapkan oleh Ferza Agustia. Politikus yang juga atlet professional dalam cabang olahraga otomotif ini mengatakan bahwa pemerintah terkait dalam hal ini harus memperhatikan aset yang telah dimiliki. Contohnya sarana olahraga menurutnya harus lebih diperhatikan, terutama dari segi perawatan.

”Harus kita akui bahwa Kaltim memiliki sarana olahraga yang lebih lengkap dari daerah lain. Namun dalam hal perawatan sangat dirasa kurang. Keberhasilan atlet kan tak lepas dari sarana dan prasarana tempat latihan. Jadi sama-masa saling mendukung. Untuk itu pemerintah harus lebih maksimal dalam hal perawatan. Kami di dewan siap mem-backup,” ucap Ferza.

Beberapa anggota Komisi IV yang hadir seperti Rama Asia, Sokhip, Yahya Anja dan Seketaris Komisi IV Rita Artaty Barito mengucapkan pada prinsipnya Komisi IB sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh Dispora dalam hal pembinaan serta pengoptimalan atlet local. Karena putra dan putri asli daerah memiliki potensi yang tidak kalah bersaing dengan atlet luar.  (hms)

sumber berita : http://dprd-kaltimprov.go.id