Umum

Dispora Sosialisasikan PUPO guna Tingkatkan Keterlibatan Pemuda

Rusmulyadi | Senin, 24 November 2014 - 16:27:46 WIB | dibaca: 1703 pembaca

Kadispora Kaltim, Fachruddin Djaprie (ketujuh dari kiri (bawah)) berfoto berasama peserta Sosialisasi PUPO

Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memiliki komitmen tinggi melibatkan pemuda dalam keseluruhan proses pembangunan dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi.

"Di Indonesia jumlah pemuda sesuai UU No 40/2009 yakni yang berusia 16-30 tahun mencapai 25 persen dari total jumlah penduduk, bahkan dari 3,9 juta populasi penduduk Kaltim 27,38 persen diantaranya adalah pemuda. Angka ini merupakan potensi besar yang dimiliki Kaltim apabila kita mampu mengoptimalkannya," kata Kadispora Kaltim, Fachruddin Djaprie sosialisasi kebijakan nasional, Pengarus Utamaan Pemuda dan Olahraga (PUPO), di Hotel Mega Lestari Balikpapan, Rabu (19/11).

Menurutnya, potensi pemuda yang cukup besar tersebut juga bisa berdampak negatif terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung jika dikelola dengan baik.

Pemuda perlu dilibatkan dalam proses -proses pembangunan untuk memastikan berbagai potensi yang dimiliki dapat tersalurkkan dan menghasilkan manfaat secara maksimal. Itu sebabnya kebijakan nasional  PUPO perlu disampaikan dan diinformasikan secara luas lantaran hanya dapat terlaksana jika seluruh pemangku kepentingan terlibat.

“Pelaksanaannya membutuhkan sinergi dan kesepahaman bersama bahwa generasi mudalah yang akan memimpin negeri ini ke depan,” lanjutnya.

Dijelaskan, kebijakan pengarusutamaan pemuda merupakan strategi keterlibatan pemuda dalam level struktur, pengambilan kebijakan, dan proses pembangunan untuk menciptakan kondisi dimana pemerintah harus membuka semua pintu partisipasi dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda.

Termasuk agar pemerintah memiliki paradigma baru yang positif tentang kepentingan pemuda, yakni pemuda harus dilihat sebagai aset dan pemangku kepentingan (stakeholder) utama dalam pembangunan. Dengan demikian aspirasi kepentingan dan cita-cita pemuda dapat dijadikan sebagai paradigma utama pembangunan," tambahnya.

Khusus bidang olahraga, kebijakan pengarusutamaan olahraga juga dibutuhkan dalam membangun gerakan olahraga sebagai gerakan nasional, khususnya dalam membentuk wadah organisasi pembinaan olahraga melalui pemerintah, serta keteribatan pihak swasta, dan peningkatan penelitian dan pengembangan untuk peningkatann prestasi olahraga.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana kegiatan Kabid Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga, Dwi Wahyuni menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini, Dispora Kaltim melibatkan Staf Ahli Kemenpora Bidang Pengarusutmaan Pemuda dan Olahraga, Adiyati Noerdin  dengan total jumlah peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari jajaran Dispora Kabupaten/Kota se Kaltim, SKPD terkait, KONI, HIPMI, KNPI dan KADIN Kaltim. (rdi-disporaKT)