DISPORA MAHULU TETARIK BENTUK FPDK PERTAMA DI KABUPATEN KOTA

*KADISPORA MAHULU BELI KARYA PEMUDA DISABILITAS

SAMARINDA-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mahakam Ulu, Kristina Tening tertarik untuk membentuk Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) Kaltim pertama di tingkatan Kabupaten dan Kota.

Hal ini diungkapkan Kristina ketika berkunjung ke Dispora Kaltim dan diterima oleh Kabid Pengembangan Pemuda, Hardiana Muriyani mewakili Plt. Kadispora di ruang Forum Pemuda Disabilitas Kreatif yang terletak di lingkup Kantor Dispora Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda.

"Semoga dapat segera terealisasi adanya FPDK di Kaltim, program ini sangat bagus mengingat pemberdayaan pemuda disabilitas ini masih sangat minim, sementara mereka membutuhkan kepedulian semua pihak dalam upaya bersama meningkatkan perekonomian,"ujarnya setelah mendapat penjelasan dari Hardiana mengenai FPDK, Jumat (24/7/2020).

Sebelumnya disampaikan Hardiana bahwa FPDK dibentuk pertamakali medio pertengahan Juli 2018 dan dari sejak berdirinya hingga kini sejumlah anggota FPDK berhasil menorehkan prestasi sesuai bidang yang digelutinya.

"FPDK ini memfasilitasi pemuda disabilitas dengan semua latarbelakangnya dengan prinsip keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi mereka berkarya dan mandiri. Disamping itu, berdasarkan Pedoman Perencanaan dan Penganggaran yang diterbitkan oleh Kementerian PPN/Bappenas bahwa melibatkan Penyandang Disabilitas dalam pembangunan secara signifikan lebih menghemat anggaran dalam jangka panjang daripada  tidak memerhatikan keterlibatan mereka,"jelas Hardiana.

Disamping itu FPDK bertujuan agar pemuda Disabilitas Kaltim menjadi kreatif dan memiliki wadah untuk menghasilkan karya-karya luar biasa sekaligus sebagai pembuktian kepada non disabilitas bahwa disabilitas juga bisa berkarya. Secara garis besar melalui FPDK, Dispora Kaltim berupaya agar masyarakat dari Pemuda Dasabilitas dapat diberdayakan secara maksimal.

"Dimana pada prinsipnya Pemuda Disabiltas tidak perlu dikasihani, yang mereka butuhkan adalah kesempatan, akses, fasilitas untuk bergabung berkumpul dalam satu wadah, dimana setiap manusia pastinya memiliki kemampuan dan menggali potensi yang dimilikinya,"tambah Hardiana.

Bahkan untuk meningkatan keterampilan mereka, Dispora Kaltim berkomitmen secar rutin memberikan mereka pelatihan-pelatihan agar nantinya mereka mampu berwirausaha, seperti beberapa waktu lalu pelatihan Batik Tulis, Batik Cap dserta Vokal dan musik diberikan kepada mereka.

Pelatihan yang didasari atas fakta bahwa disabilitas menjadi kelompok masyarakat yang rentan dalam kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Disabilitas menghadapi risiko dan konsekuensi tambahan, serta kecemasan yang meningkat dari wabah ini termasuk para pemuda Disabilitas tentunya.

"Bahkan dari data survei dampak Covid-19 terhadap Disabilitas yang dirilis Jaringan Disabilitas Indonesia (JDI), dari total 1.683 responden sebanyak 80,9% mengalami dampak negatif Covid-19 dan 86% yang bekerja di sektor informal mengalami pengurangan pendapatan sekitar 50%-80%,"ungkap Hardiana.

pelatihan kewirausahaan bagi pemuda disabilitas di tengah pandemi Covid-19 ketika itu dibagi dalam 3 (tiga) kelas, yakni pertama diikuti 10 Pemuda Disabilitas Teman Tuli untuk pelatihan batik tulis, pelatihan batik cap bagi 10 pemuda Disabilitas Tuna Daksa serta pelatihan musik dan olah vokal bagi 5 Pemuda Disabilitas Tuna Netra.

Mendapat gambaran tersebut, Kristina juga tertarik untuk mengadopsi program pelatihan keterampilan membatik di Kabupaten Mahulu. Bahkan sebelum berpamitan, dirinya sempat membeli set kursi ecobrik dari botol air mineral buatan pemuda disabilitas. (rdi)