DIPIMPIN LANGSUNG KADISPORA, 106 PNS DISPORA KALTIM JALANI TES URINE

Dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Badan kepegawain daerah (BKD) Pemprov Kaltim bersam dengan  Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam sebagi instansi yang ditunjuk sebagai pelaksana, Selasa (9/4) melakukan tes urine kepada PNS Dispora Kaltim.

Pelaksanaan dipusatkan di dua tempat, yakni di Kantor Dispora Kaltim dengan diikuti 82 PNS, dan Kantor UPTD Pengelola Kompleks Stadion Utama dan Madya (PKSUM) yang diikuti 24 PNS, sehingga total PNS yang berada dilingkup Dispora Kaltim berjumlah total 106 PNS.

Kepala Dispora Kaltim, Syirajudin, menyampaikan kepada seluruh PNS Dispora agar berkerjasama dan mengikuti semua alur tes urine yang telah ditetapkan oleh Tim Pelaksana dari RSJD Atma Husada.

"Saya mendukung penuh program tes urin ini, sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani Kepemudaan dan Olahraga yang identik dengan gaya hidup sehat, maka sudah sepantasanya Dispora  menjadi contoh, jangan sampai ada PNS yang justru bertindak sebaliknya seperti mengkonsumsi narkoba. Saya juga sangat mendukung arahan Bapak Gubernur agar tes ini dilakukan secara rutin agar kita bisa mengetahui apakah diantara kita ada yang terkena narkoba atau tidak," kata Syirajudin dihadapan PNS Dispora sebelum pelaksanaan tes urin.

Dirinya pun mengingatkan bahwa dampak terhadap penggunaan obat terlarang seperti narkoba dan zat adiktif lainnya dapat merusak kehidupan.

"PNS yang sehat dan bersih dari adanya tindakan penyalahgunaan narkotika, tentu akan menghasilkan pelayanan yang bersih dan prima bagi masyarakat,"tutupnya.

Sementara itu, dr. Feriza Purwawijaya Astrianto, menyampaikan pelaksanaan tes urine tersebut mengacu pada Inpres No 6/2018 khususnya deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan precursor narkotika dan Perda Provinsi Kaltim No 7/2017 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika.

"Untuk alur pelaksanaan tes, dimulai dari pengisian formulir kesedian dan surat pernyataan konsumsi obat seminggu terakhir, hal ini sebagai antisipasi dan meminimalisir positif palsu,"pesannya.

Selanjutnya PNS Dispora Kaltim, melakukan pelaksanaan Tes Urine sesuai dengan nomor antrian yang telah ditetapkan oleh Subbag Umum, diawali oleh Kadispora Kaltim dan diikuti oleh pajabat eselon serta staf. (rdi)

Baca Juga :