DI PERINGATAN HSP, IKA UNMUL BANTU PAKET SEMBAKO 

SAMARINDA-Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2020 adalah bakti sosial dengan leibatkan sejumlah organisasi kepemudaan diantaranya Pemuda Relawan Indonesia (PRI) Kaltim.

Pelaksana Tugas Kadispora Kaltim, H M Agus Hari Kesuma diwakili Kabid Pengembangan Pemuda, Hardiana Muriyani, Rabu (14/10/2020) menerima bantuan 30 paket sembako dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Dikatakannya sebagaimana dipahami bersama, pelaksanaan peringatan HSP ke 92 tahun ini berlangsung dalam suasana pandemi wabah virus corona yang melanda seluruh bagian dunia termasuk Indonesia, sehingga sejumlah kegiatan pun dirancang untuk mengisi bulan pemuda kali ini.

"Dampak pandemi secara sosial ekonomi sangat terasa saat ini, disinilah letak kepedulian kita kedepankan untuk membantu sesama dengan dibalut jiwa gotong royong yang sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia, dengan harapan pandemi ini segera berakhir dan kita kembali kuat bersama,"harapnya.

Dilanjutkannya, bahwa semangat gotong royong ini juga yang membawa IKA Unmul turut ambil bagian membantu 30 paket sembako yang akan diserahkan kepada masyarakat di puncak peringatan HSP ke-92 di Kaltim.

"Kami tentu sangat berterimakasih atas kepedulian yang diberikan IKA Unmul bagi mereka yang terdampak Covid 19, ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa dari para alumni Unmul kepada sesama khususnya pemuda, yang tentunya kami harapkan dapat diikuti organisasi lainnya. Karena bagaimanapun saat ini tak hanya dari pemerintah, bantuan swasta dan pihak lain sungguh sangat berarti,"tambahnya.

Ketua Harian IKA Unmul, Meiliana, diwakili Iwan H Radikan menuturkan dimasa pandemi ini, IKA Unmul mendirikan posko sukarelawan yang berada di Jalan Kusuma Bangsa, stadion gor segiri, samarinda, Kalimantan Timur tepatnya  23 Maret 2020 lalu.

"Tujuan utamanya adalah membantu mahasiswa perantau yang ada di kota Samarinda. Pasti secara ekonomi mereka terdampak pandemi Covid-19. Karena bukan warga Samarinda, pemerintah kota tidak memiliki data keberadaan mahasiswa, untuk disalurkan bantuan,"jelasnya.

Tim kemudian melakukan pendataan kemudian mendistribusikan bantuan bagi mahasiswa perantau dengan anggaran yang sudah digunakan hingga 6 milyar rupiah yang berasal dari bantuan para donatur.

"Ya tentu kita juga berharap, mahasiwa kita yang berada di luar daerah, mendapat perlakuan yang sama, bahkan UI dan UGM mencontoh apa yang yelah kita lakukan ini,"pungkasnya.