CAPAS KALTIM 2019 KEBANJIRAN ILMU SELAMA DIKLAT

Setelah mengikuti proses latihan fisik dan baris berbaris di lapangan, Calon Paskibraka (Capas) Kaltim tahun 2019, Jumat (2/8) malam mengikuti materi kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan yang disampaikan Pasi Binwanmil Korem 091/Aji Suryanata, Kapten Inf Sarjito. 

Tujuan penyampaian materi adalah mewujudkan warga negara termasuk Capas Kaltim 2019, yang memiliki tekad, sikap, tindakan teratur menyeluruh terpadu dan berlanjut, guna menghadapi Ancaman Gangguan Hambatan dan Tantangan (AGHT) yang membahayakan Persatuan dan Kesatuan serta Keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Adek-adek harus paham bahwa wawasan kebangsaan disingkat wasbang penggertiannya adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungan yang mencakup perwujudan persatuan dan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam berpedoman pada Pancasila dan Undang-Umdang Dasar 1945 dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional,"jelas Sarjito yang pernah tergabung dalam pasukan United Nations – African Union Mission in Darfur (Unamid) di Darfur Sudan.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa upaya bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup Bangsa dan Negara. 

Selain narasumber dari Korem 091/Asn, Capas Kaltim sebelummya juga telah menerima materi tentang Kepemimpinan dan Motivasi yang disampaikan mantan Pj. Sekda Kaltim, Dr. Meiliana. Kemudian materi lainnya akan disampaikan dari Polresta Samarinda tentang Etika Berlalu Lintas, selanjutnya materi mengenai membangun generasi manusia yang mandiri, berwawasan kebangsaan dan berakhlak mulia yang akan disampaikan penulis, sastrawan, dan mantan jurnalis serta birokrat di Pemprov Kaltim, Syafrudin Pernyata. 

Dua materi lainnya yakni Penyuluhan Narkoba oleh Badan Nasional Narkotika Provinsi Kaltim, serta Peningkatan Iman dan Taqwa (imtaq) Pemuda dengan narasumber Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda. (rdi)