Calon Paskibraka Harus Menjadi Teladan di Daerahnya

SAMARINDA – Seleksi calon anggota Paskibra tingkat nasional dan Provinsi Kaltim yang dilakukan diharap bukan sekedar seremonial untuk mencari pengibar bendera pada upacara proklamasi HUT RI.

Makna terpenting dari seleksi diharapkan dapat menanamkan nilai perjuangan bagi mereka yang terpilih menjadi anggota Paskibra.

“Yang terpenting diingatkan harus ada nilai tertanam pada semua sehingga nantinya bisa menjadi teladan saat kembali daerah masing-masing,” kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak melalui Asisten III Sekprov Kaltim, Bere Ali sebelum membuka seleksi, di Aula Kantor Dispora Kaltim, Selasa (3/5).

Menjadi paskibra, kata dia, bukan pekerjaan mudah, melainkan merupakan tugas dengan tanggung jawab besar. Sebab bendera merupakan simbol negara yang meraihnya butuh perjuangan panjang.

Bagi Indonesia, bendera melambangkan kemerdekaan yang pencapaiannya butuh perjuangan sekitar 350 tahun di bawah penjajahan Belanda, 3,5 tahun di bawah penjajah Jepang, termasuk rongrongan lain setelah merdeka yang ingin merebut kembali kemerdekaan Indonesia.

“Makanya mereka yang dipercaya mengibarkan bendera pusaka patut bangga, karena merupakan orang pilihan,” ujarnya.