BANTUAN SEMBAKO UNTUK ANGGOTA FPDK

SAMARINDA-Pandemi Covid-19 yang berlangsung sudah lebih setahun di Indonesia terhitung sejak pertamakali ditemukannya kasus pertama di tanah air berdampak pada roda perekonomian, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Bahkan penyandang disabilitas menjadi salah satu kelompok masyarakat yang paling terdampak selama pandemi ini.

Salah satu anggota Forum Pemuda Disabilitas Kreatif, (FPDK) Kaltim, Eko mengatakan bila di saat normal saja mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan, maka di saat pandemi seperti ini hal tersebut semakin terasa.

“Jujur saja, banyak dari teman-teman penyandang disabilitas yang pendapatannya berkurang bahkan ada juga yang terpaksa diberhentikan karena tempat kerja merea tutup,”ujarnya Kamis (18/2/2021) di Sekretariat FPDK Kaltim, Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda.

Kehadiran Eko di sekretariat teresebut guna menerima bantuan sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) mandiri berupa hand sanitizer dan vitamin yang disalurkan donator melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dispora Kaltim Agus Tianur, didampinging Kepala BIdang Pengembangan Pemuda Hardiana Muriyani serta Kepala Seksi Kepemimpinan, Kepeloporan Dan Kemitraan Pemuda Syahril.

“Alhamdulillah ada donator yang mempercayakan kepada kami untuk menyalurkan bantuan berupa sembako kepada anak-anak kami anggota FPDK Kaltim, bantuan ini tentu sedikit meringankan beban mereka dan pastinya sangat bermanfaat untuk mereka,”jelasnya.

Dikatakan Agus khusus penyerahan di sekretariat diambil langung oleh anggota FPDK dari teman tuli, sementara untuk jenis disabilitas lain akan diantar ke rumah masing-masing oleh Bidang Pengembangan Pemuda.

“Teman-teman dari Bidang Pengembangan Pemuda akan door to door ke rumah masing-masing anggota FPDK yang tersebar di Kota Samarinda khususnya. Amanah para donator akan kami sampaikan langsung,”tambahnya.

FPDK Kaltim merupakan yang pertama dibentuk di Indonesia dengan titik perhatian utama kepada pemuda disabilitas, dimana hingga saat ini Kementerian maupun Dinas yang menangani kepemudaan di seluruh Provinsi di tanah air belum pernah membentuk dan melakukannya.

Hardiana mengungkapkan hingga kini sudah 2 (dua) Kota di Kaltim yang akan membentuk kepengurusan FPDK.

“Kota Bontang bahkan sudah menyusun kepengurusan dengan melibatkan alumni Sekolah luar Biasa (SLB), dan akan segera di SK-kan oleh Walikota. Sementara untuk Balikpapan, baru hari ini (Kamis (18/2/2021,red)) mereka melakukan audiensi dan akan menindaklanjuti untuk membentuk di tempat mereka,”jelasnya.

Dirinya berharap FPDK nantinya akan terbentuk di seluiruh Kabupaten dan Kota di kaltim, sehingga pembangunan SDM pemuda DIsabilitas akan dapat lebih maksimal dan terarah. (rdi/ppiddisporakaltim)