BALIKPAPAN PELAJARI PEMBENTUKAN FPDK

 

SAMARINDA-Keberadaan Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) membuat anggotanya menjadi jauh lebih percaya diri dan berani tampil menjadi bagian dalam pembangunan melalui kreatifitas dan karya yang mereka hasilkan.

Hal ini yang menjadi tujuan utama dibentuknya FPDK beberapa tahun lalu oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang pengembangan Pemuda.

“FPDK memfokuskan kepada para pemuda penyandang disabilitas, karena pemerintah harus bersama-sama dalam membangun SDM yang ada, dimana kita tahu bahwa masih banyak yang berfikir bahwa disabilitas hanya tanggung jawab Dinas Sosial, padahal bisa bila dilakukan lintas sektor maka pembangunan akan semakin maksimal,”kata Kadispora Kaltim melalui Kabid Pengembangan Pemuda, Hardiana Muriyani ketika menerima audiensi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan.

Dalam audiensi Kamis (18/2/2021) di sekretariat FPDK Kaltim Kompleks Stadion Madya Sempaja, kepada DPOP Balikpapan yang antusias membentuk, Hardiana menjelaskan FPDK telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi para anggotanya.

“Beberapa diantara mereka ada yang frustasi hingga ingin bunuh diri, namun sejak bergabung dengan FPDK sedikit demi sedikit kepercayaan diri mereka tumbuh, bahkan kini mereka ada yang menjadi pembawa acara, narasumber, serta band mereka sering diundang mengisi di sejumlah cafe dan acara ulang tahun,”jelasnya.

Hardiana pun berharap agar bila nanti FPDK terbentuk di Balikpapan, agar dapat sinergi dengan komunitas pemuda lainnya termasuk pemanfaatan tekhnologi.

“Balikpapan memiliki komunitas kepemudaan yang banyak dan berbagai bidang ternmasuk tekhnologi, saya berharap bisa lahir aplikasi atau apapun itu yang terkait untuk memudahkan penyandang disabilitas,”harap wanita yang akran disapa Yana ini.

Kasi Kepemimpinan, Kepeloporan Dan Kemitraan Pemuda, Syahril menambahkan FPDK didasari atas Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dan bertujuan agar pemuda Disabilitas Kaltim menjadi kreatif dan memiliki wadah untuk menghasilkan karya-karya luar biasa.

“Mereka telah memnbuktikan kepada non disabilitas bahwa mereka juga bisa berkarya. Dispora Kaltim terus berupaya agar masyarakat dari Pemuda Disabilitas dapat diberdayakan secra maksimal,”ujarnya.

Sementara Kabid Kepemudaan DPOP Balikpapan, Indira Purnama Jaya, mengatakan hasil audiensi akan segera ditindaklanjuti dan dibicarakan dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan.

“Segera akan kami tindaklanjuti, termasuk berkoordinasi dengan Kota Bontang yang sudah lebih dahulu, semoga Balikpapan bisa punya FPDK yang mempu menjadi wadah berkarya dan berkreatifitas bagi para pemuda penyandang disabilitas,”harapnya.

Pada kesempatan tersebut, dari DPOP Balikpapan, turut mendampingi Kasi Pembinaan, Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Rezniarti, Kasi Organisasi Kepemudaan dan Kepanduan Dendy Natadipura, Kasi Kewirausahaan Pemuda Eddy Susilo serta staf Tinggal dan Abdul Jakaria. (ba/rdi/ppiddisporakaltim)