50 pemuda PPU Berlatih Usaha Tanaman Hidroponik

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, kembali melakukan pembinaan keterampilan kepada generasi muda, kali ini melalui pelatihan bidang usaha pertanian khususnya tanaman Hidroponik yang dilaksanakan di Kabupaten Penajam Paser Utara dari tanggal 20 sampai dengan 22 April 2016 mendatang.

Pemuda Kaltim harus mengubah pola pikir yang selama ini masih melekat diantaranya keinginan untuk menjadi pegawai di berbagai perusahaan, maupun menjadi pegawai negeri sipil. Pemuda kaltim harus menjadi motor dengan  berpikir maju untuk menjadi wisausaha muda, menciptakan lapangan pekerjaan yang secara langsung berkontribusi secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan, serta mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat,”kata Kadispora Kaltim, Fachruddin Djaprie, ketika membuka  Pelatihan Kecakapan Hidup Angkatan ke II yang diikuti oleh 50 Pemuda dari seluruh kecamatan yang ada di kabupaten PPU ini.

Lebih Lanjut disampaikan Kadispora bahwa kewirausahan merupakan salah satu dimensi penting dalam membentuk jiwa pemuda indonesia, disamping jiwa kepemimpinan dan kepeloporan sehingga kewirausahaan pemuda perlu dikembangkan untuk mendorong kemandirian pemuda di bidang ekonomi, mengingat tingkat pengangguran di indonesia saat ini masih cukup tinggi.

”Oleh karenanya Dispora Kaltim melalui Bidang Kewirausahaan Pmeuda dan Industri Olahraga, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen tinggi untuk terus menumbuh kembangkan kewirausahaan pemuda, salah satunya dengan menggelar sejumlah pelatihan, dengan harapan agara pemuda Kaltim berpikiri mandiri untuk kemudian nantinya menciptakan lapangan pekerjaan,”jelasnya.

Di samping itu, usai mengikuti pelatihan, sebanyak 10 pserta terbaik akan diberi kesempatan untuk mengikuti orientasi lapangan yang meliputi cara menanam, merawat, mengatasi hama, panen dan packing sayur sistem Hydroponik di Kebun Sayur Surabaya Jawa Timur.

Sementara itu, kabid Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga Dispora Kaltim, Dwi Wahyuni, yang juga Ketua Panitia Pelatihan, mengungkapkan bahwa dipilihnya pelatihan  tanaman hidroponik ini dikarenakan sistem budidaya hidroponik memungkinkan para peserta bercocok tanam tanpa tanah dan sangat memungkinkan diterapkan didalam ruangan (indoor) dimana keuntungannya adalah tanaman lebih bersih, tidak tergantung musim, relatif bebas hama, perawatannya mudah, memiliki unsur dekoratif dan bahkan menjadi pilihan usaha agribisnis yang menguntungkan.

”Peralatan yang digunakan juga dapat diusahakan secara sederhana, bisa menggunakan barang bekas seperti bekas botol air mineral sebagai wadah media tanam, penyaluran nutrisi ke tanaman dapat menggunakan sistem alir atau tetes, hal ini menandakan bahwa hidroponik dapat di aplikasikan dimanapun dengan menggunakan wadah media apapun,”pungkasnya. (rdi)