4 PEMUDA PELOPOR KALTIM MASUK TAHAP PENJURIAN NASIONAL

SAMARINDA-Setelah melalui proses verifikasi atas dokumen calon Pemuda Pelopor tingkat Nasional tahun 2020, 4 (empat) dari 5 (Lima) pemuda pelopor yang direkomendasikan Kalimantan Timur, dinyatakan berhak mengikuti tahap penjurian.

Hal ini diketahui melalui  surat Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, H M Asrorum Ni'am Sholeh, nomor 10.13.3/DII-1/X/2020 tertanggal 13 Oktober 2020 tentang pemberitahuan penjurian calon pemuda pelopor yang ditujukan kepada  Kadispora Kaltim.

Proses verifikasi dokumen sendiri dilakukan oleh Asisten Deputi Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, diantaranya melalui peninjauan lapangan (fact finding) secara virtual atau online ke lokasi calon pemuda pelopor pada tanggal 08 hingga 09 Oktober 2020 lalu.

Keempat calon pemuda pelopor tingkat nasional asal Kaltim  yang masuk tahap penjurian yakni Sultan Nur Hidayatullah di bidang Sumber Daya Alam (SDA), lingkungan dan pariwisata. Kemudian Rizky Kurniawan bidang pangan, Rahmad Azazi Rhomantoro bidang agama, sosial, budaya, dan Riovan Styx Roring bidang inovasi tekhnologi.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kadispora Kaltim, H M Agus Hari Kesuma menyampaikan selamat kepada para pemuda pelopor asal Kaltim seraya berpesan agar terus semangat berjuang dan memberikan yang terbaik dalam menjalani proses penjurian nantinya.

"Satu langkah maju telah kalian lalui, tapi ingat perjuangan belumlah berakhir, karena masih ada tahapan selanjutnya yang harus dihadapi dan dilalui, selalu jaga semangat untuk memberikan yang terbaik untuk Bumi Mulawarman yang kita cintai bersama ini,"pesannya kepada Riovan, Azazi, Sulthan dan Rizky.

Agus juga menyampaikan agar mereka selalu rendah hati dan bersyukur atas setiap tahapan yang telah dan akan dilalui, karena bagaimanapun Tuhan lah yang Maha Menentukan segalanya.

"Semoga atas kehendak-Nya, kalian semua mendapatkan hasil yang terbaik, selalu rendah diri, dan jangan lupa teruslah bermanfaat bagi agama, masyarakat, nusa dan bangsa,"pungkasny. (rdi)